Agnes Monica International Album

Kamis, 26 Januari 2012

LOLOS Indonesian Idol 2012






Sebelumnya aku sudah mengikuti audisi Indonesian Idol 2012 itu di kota Surabaya, namun aku terhenti di audisi tahap ke dua yaitu setelah audisi filming (audisi didepan bule dengan semua peralatan shooting mengarah tepat ketubuhku). Kondisi ku tiga jam sebelumnya adalah lelah, lapar, pegal, dehidrasi, dan tubuhku juga bergetar. Pasalnya kontestan yang lolos tidak diperbolehkan keluar gedung. (mas kalo keluar sebentar buat makan boleh gak?) jawabnya “silahkan?! Tapi entar kagak di bolehin masuk lagi”.
15 menit sebelum filming, Akhirnya, seorang teman berusaha menerobos security hanya untuk mengantarkan Nasi bungkus padaku. Ku makan lahap seolah aku ada dirumah, seolah dunia sdg sibuk dan hanya ada aku dan si nasi bungkus. Wow! Enak bgt! Tapi na’asnya, namaku dipanggil beberapa menit kemudian. Dalam kondisi kram karena AC di sebuah lorong tempat menunggu antrian santai di Balai Prajurit itu, aku sedang kenyang dan nasi yg belum tercerna dengan baik,, sementara angin diperutku juga sungguh terasa memenuhi paru-paruku. Inilah waktunya! Bagiku utnuk audisi ke dua dan...... aku sesak nafas didepan juri bule yang konon kata temenku suka request lagu barat!
 Bahkan crew juga mengingatkan kami bahwa sebaiknya bawa lagu barat. Tapi dalam kondisi sesak nafas tentu tak satu lagu baratpun bisa aku ekspresikan! Mengingat bahwa untuk menyanyikan “Shake it off” Agnes Monica butuh nafas yang stabil dan pro, atau sekedar lagu “imagine” dari John Lenon pun butuh nafas yang panjang. Aku memutuskan nyanyi lagu Indonesia aja. Pikirku, mungkin dengan lagu indonesia, setidaknya liriknya terselamatkan.
Jadi dengan lagu yang sama di audisi pertama (kotak seperti box pemilu berisi duduk dua juri lucu dan imut), aku membawakan lagu “Rindu Setengah Mati” d’massive (maaf kalo ejaannya salah, lagi BT nih nulisnyaah)

“akuuuh,, rindu sehtenghah mathiiii,, kepaaa’adamuuuu,,, u....” bgitulah kira-kira bagaimana itu kedengarannya -_-“.
 “Oooooh sesak napas, kenapakah harus saat-saat seperti ini” kata ku mengeluh dalam  hati, dan ups!! Meski disuruh berhenti dan di minta keluar baik-baik, aku merasa terhina! Tidak bisakah mereka menunggu tubuhku dan paru-paruku stabil agar aku bisa menunjukan kualitasku? Dan menyanyikan lagu sebanyak-banyaknya dalam semua genre! ANDAIKAN SAJA SAAT ITU AKU MENYANYIKANNYA SEPERTI VIDEO INI..
Aku mulai curiga! Jangan-jangan....
Lalu ada sesi wawancara.
Mereka menyediakan seorang (entah psikiater) untuk bertanya padamu tentang segalanya, motivasimu, harapanmu, masalalumu, anak dari berapa saudara, ayah ibu kerja apa, dan sebagainya.
Akhirnya.....  kata crew itu “yang sudah silahkan pulang, tunggu telepon selama 3 hari”
Aku di Surabaya sejak 17 desember hingga 27 desember 2011. Kamar saat itu semalam 150ribu permalam, bagi ku yang putus kerja dan hanya bisa meminjam uang rekan, sungguh sesuatu banget yang bisa mencekik dompet hingga kalau saja dompetku bisa protes tentu si dompet akan lari ke kantor polisi dan melaporkanku karena pemerasan benda mati,, hahahaahahahk (gak lucu)
Kamar di bayar, dan menunggu telepon untuk bertemu juri artis menghadirkan kebijaksanaan, aku tau “aku gak lolos nih”
Padahal aku telah menyerahkan semuanya, waktu dan masadepanku bergantung pada Indonesian Idol 2012.
Aku telah tanpa pekerjaan, tanpa kuliah dan berani meminjam uang orang demi mengikuti ajang itu, tapi aku di buat kecewa.
Akhirnya di sore yang hujan, aku berangkat ke jakarta bersama rekanku. Awalnya tak ada lagi semangat untuk bernyanyi, tapi motivasi keluarga, dan beberapa kata-kata bijaksana teman-temanku mampu mendoktrin aku.
Aku pun akan menunggu audisi terakhir pada 27 januari 2012.
Sebulan kemudian, setelah melewati minggu yang panjang dengan pinjaman modal bertahan hidup di jakarta demi menunggu audisi selanjutnya.
12:00am aku terbangun! Gelisah menyelimuti pikiranku, audisi besok sungguh menggelisahkan. Apakah kali ini aku akan mendapatkan kesempatan utnuk bertemu juri artis? Atau setidaknya aku lolos. Sejak 28 desember hingga 27 januari aku masih di Jakarta, demi satu tujuan, satu harapan, dan satu mimpi!
Dengan semua alasan, aku tiba di JIEXPO (Jakarta International Expo) pada pukul 7:00am.
Antrian sudah sekitar duaribu orang. (mungkin) selama antrian puluhan ribu lainnnya berbaris dibelakangku. Ada yang nyanyi-nyanyi, menghafal lirik, bermain gitar, ngobrol, kenalan, cerita pengalaman hidup dan lain-lain. Sementara promosi gak penting dari panitia sponsor terus membuat pusing dengan teriakan-teriakan iklan yang membosankan. Hingga tibanya VJ Daniel agar suasana sedikit kembali “acara TV banget”.
Barisanku mulai masuki gedung pada pukul 12 siang setelah sebelumnya di basah kuyupi dengan hujan deras lalu di jemur dibawah sinar matahari hingga pakaianku kering kembali.
Aku kali ini memang sudah sarapan pagi tadi, tapi ya tetap saja, dapat nomer dada (nomer audisi) baru sekitar jam 3 sore. Jadi tetep sempet lapar dan haus,, bahkan aku tidak menyentuh roti atau apapun yang bisa mengganjal lambungku hingga didepan juri, dengan nada sumbang aku bicara “bawa lagu marilah kemari” Demi apa! Sudah mengantri seharian, konsenku jadi blank karena entah lapar bercampur grogi atau wajah juri-juri ini memang lebih eneg “basi’”dari yang sebelumnya, tapi itulah laguku! “marilah kemari”

Selesai nyanyi? Satu-satunya yang kupikirkan hanya berlari ke toilet atau terjun ke lantai satu (dari lantai empat) karena aku termasuk dari puluhan juta orang yang di suruh ikut lain kali, karena gagal di audisi kali ini.
Sungguh!
Aku hampir ingin melompat ke lantai dasar!
Kepalaku ringan dan kram mendengar tak ada nomerku disebut.
Berakhir sudah hari ini.
Pegal! Lelah! Lapar! Haus! Kebelet! Emosi! Gengsi! Janji! Mimpi! Sedih! Perih! Dendam!  Bercampur aduk di tubuhku! Sesuatu negatif!
Aku belum menangis, bahkan saat aku berlari keluar lif dan membebaskan sayap-sayapku di luar gedung Jiexpo! (terasa bagai burung yang terbang keluar dari air kotor dan kini terus terbang tinggi menuju matahari) aku tak perduli lagi pada apa yang Joy atau delon atau citra idol dapatkan di Indonesian Idol mengerikan itu!
Dengan receh dan uang ribuan di kantong tasku, aku ingin pulang dan tidur! dan rekanku yang sedikit memelas pada supir bajaj agar dikasih murah! Bajaj nya baik, jadi kita di anter.  Tanpa makan dulu atau sekedar minum yang manis! Aku langsung kembali ke kos bersama rekanku. Uang sudah habis. Tak ada lagi untuk makan.
Setelah mengabarkan baik-baik dengan teman dan keluarga terdekat. Sms dari mama’ akhirnya membuatku menangis lirih di toilet kos malam itu, untukku yang putus asa!
 isi sms mama’ "Ini satu lagu rohani pavorit m2 lis. "Banyak perkara yg kini aku alami mengapa harus kan terjadi didlm kehidupan ini, satu perkara yg kusimpan dlm hati tiada dpt aku mengerti tanpa Allah peduli . Allah mengerti, Allah peduli segala persoalan yg aku alami ta akan pernah di tinggalkannya ku bergumul sendiri sbab peduli."
Aku bersyukur bahwa aku masih di sayangi keluargaku, meski pihak RCTI / Fremantle telah melukai hatiku, mimpi sejak kecil dengan modal minim itu harus aku hancurkan!! Aku telah membakar semua lagu ciptaanku dan seolah telah ku hilangkan dalam dunia obsesi yang  kini setelah 24 tahun aku buang begitu saja! Kecewaku memang besar, tapi dengan adanya Tuhan, mama’ dan hari esok, mungkin ada rencana indah untukku!
Setidaknya aku bukan salah satu dari para juri yang ku pikir akan menerima karma lebih besar, karena mematahkan hati beberapa orang yang mereka tidak tahu telah mempersembahkan segalanya hanya demi audisi itu.
Setidaknya lagi, aku tidak tahu apakah aku harus pulang ke kaltim dan memulai semua dari nol atau bunuh diri di rel kereta api saja.


Tentu aku kedengaran labil, secara 9 jam yang lalu mimpiku telah di injak-injak dan di sia-siakan.


Meski sebenarnya tanpa dendam, aku hanya teringat ribuan anak2 itu, mereka lebih banyak kenalan denganku dan kita jadi sahabat paling akrab meski hanya untuk beberapa jam dan akhirnya pulang ke daerah masing-masing.


Tapi aku hanya penyanyi yang memang orang baik yang cerdas dan pandai menciptakan lagu. 



bersambung...

Tidak ada komentar:

koleksiku

KORNELIS BLOG

MultiKornelis Channel

Loading...
Ada kesalahan di dalam gadget ini